Tanggapan Kepala Polisi Papua Terhadap Tantangan Perang Terbuka Oleh KKB Papua

Berita Terbaru – Personel militer dan polisi Indonesia akan menanggapi perang terbuka jika pernah ditantang oleh kelompok kriminal bersenjata Papua selama warga sipil yang tidak bersalah tidak terlibat di dalamnya, kata seorang perwira polisi.

“TNI dan Polri siap (untuk tantangan) tapi apakah ‘KKB’ (kelompok kriminal bersenjata) dijamin tidak melibatkan warga sipil di dalamnya (perang)?” Kepala Polisi Papua Insp. Jenderal Paulus Waterpauw menyatakan di sini pada hari Senin.

Hal itu dilontarkan Waterpauw menanggapi pertanyaan wartawan tentang tantangan perang terbuka dengan aparat keamanan Indonesia seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa penjahat bersenjata Papua di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Sebagaimana telah tercatat, sejumlah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bersenjata menantang aparat keamanan Indonesia untuk terlibat dalam perang terbuka di Distrik Nduga melalui video yang diunggah di kanal YouTube pada November 2020.

Waterpauw menekankan bahwa jika penjahat bersenjata yang terkenal kejam dapat menjamin untuk tidak melibatkan warga sipil yang tidak bersalah dalam pertempuran, petugas militer dan polisi akan menindak mereka dengan cara yang ganas dan terukur.

Waterpauw menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tewasnya seorang prajurit dari Batalyon Infantri 400 / BR dalam baku tembak dengan beberapa penjahat bersenjata di Desa Mamba, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Senin pagi.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Prajurit-2 Ginanjar dalam baku tembak, dan kami terus bekerja sama dengan Kodam XVII Cenderawasih dan satuan tugas untuk mendukung tugas-tugas penegakan hukum Polri,” ujarnya.

Peti mati Ginanjar diangkut ke Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, untuk dikirim ke kampung halamannya untuk dimakamkan, ungkapnya.

Provinsi Papua di Indonesia telah menjadi saksi dari siklus kekerasan yang berulang, dengan kelompok bersenjata Papua di kabupaten Intan Jaya, Nduga, dan Puncak menargetkan warga sipil dan personel keamanan selama dua tahun terakhir.

Dalam menghadapi aparat keamanan Indonesia, para pelaku kejahatan bersenjata seringkali melakukan taktik tabrak lari, sedangkan dalam menciptakan ketakutan publik, mereka mengkampanyekan aksi teror terhadap warga sipil.

Pada 9 Februari 2021, seorang pengemudi ojek ditikam hingga tewas oleh enam orang Papua bersenjata.Pengemudi berusia 40 tahun, yang diidentifikasi sebagai Rusman HR alias Aco, dilaporkan ditikam di jalan dekat Desa Ilambet di Kecamatan Ilaga, Kabupaten Puncak.

Pengemudi itu menderita luka tusukan serius di punggung dan meninggal karena kehabisan tenaga saat mencoba melarikan diri dari para penyerangnya, menurut polisi setempat.

Pada 8 Februari, seorang pemberontak bersenjata juga menembak seorang pria berusia 32 tahun dari jarak dekat di Desa Bilogai di Kecamatan Sugapa, Kabupaten Puncak.

Korban, yang diidentifikasi dengan inisial namanya RNR, mengalami luka tembak di wajah dan bahu kanan dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Timika di Kabupaten Mimika pada 9 Februari.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *