Gara-Gara Tekanan Ekonomi, Ibu Kandung Membunuh Anak

Berita Terbaru – Seorang ibu berusia 30 tahun di Sumatera Utara diduga membunuh ketiga anaknya karena dia tidak dapat menanggung beban ekonomi untuk merawat mereka. Wanita itu dan suaminya tinggal bersama orang tua, ketiga putra mereka yang masih balita, dan seorang anak sulung lainnya di Banua Sibohou, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara. Juru bicara Polda Nias, Adj. Insp.

Yansen Hulu mengatakan, insiden itu terjadi pada Rabu ketika kakak, ayah, dan kakek-nenek korban ikut memberikan suara dalam pemilihan Bupati Nias Utara. Wanita dan ketiga balita itu tinggal di rumah. Setelah kembali dari TPS sekitar pukul 13.30, kakek-nenek dan saudara kandung balita, yang pulang sebelum ayah mereka, menemukan ketiga anak itu tewas dengan celah tenggorokan, kata Yansen. Korban berusia 5, 4 dan 2 tahun. “Sang ibu membunuh ketiga korban sekaligus, setelah itu pelaku berbaring di samping korban sambil memegang parang,” kata Yansen kepada wartawan, Kamis.

Setelah menemukan anak-anak yang tewas, kata dia, kakak korban menelepon ayahnya yang bergegas pulang. Polisi telah menangkap ibu tersebut dan menyita parang yang diduga digunakan untuk pembunuhan tersebut. Jenazah ketiga korban dibawa ke RSUD Gunungsitoli untuk diotopsi.

“Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pelaku membunuh anak-anaknya karena tekanan ekonomi,” kata Yansen. Irna Minauli, psikolog dari Universitas Medan Area, mengatakan polisi harus segera melakukan pemeriksaan psikologis terhadap tersangka pelaku. Dia menduga wanita itu mengalami depresi pasca melahirkan. “Seringkali, orang dengan depresi pasca melahirkan akan mengembangkan skizofrenia dan mereka akan mengalami halusinasi dan delusi.
Mereka akan mulai mendengar bisikan yang memberitahu mereka untuk mengakhiri hidup mereka sendiri atau [orang lain], ”katanya. Sebuah survei bulan Juli oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan peningkatan kekerasan terhadap anak di rumah sebagai akibat dari beban perawatan anak dan pekerjaan rumah tangga yang tidak setara yang menimpa perempuan selama krisis kesehatan COVID-19.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *